“Di
Indonesia ada sebanyak 800 Sekolah Akademik kebidanan, dan mayoritas
membutuhkan staf Pengajar bergelar S1 Kebidanan”. Demikan yang
diungkapkan oleh sekretaris Program pendidikan S1 Kebidanan Dr. Baksono Winardi, Sp.OG(K).
Menurut Dr. Baksono, Sisi positif yang menonjol dari Program Pendidikan S1 Kebidanan dibanding dengan Diploma 3 adalah dilihat dari dua
aspek, yakni aspek Kognitif dan aspek Jenjang pendidikan kelanjutan.
“Jenjang Pendidikan S1 Kebidanan, dapat dilanjutkan sampai pada jenjang
S3”.
Dari aspek
Kognitif dijelaskan, Pendidikan kebidanan Diploma lebih memaksimalkan
pada sisi praktek, meskipun tetap dibekali dengan teori. Namun di
jenjang pendidikan Kebidanan S1 yang ditempuh selama lima tahun
tersebut, Porsi pencapaian teori maupun praktik disampaikan secara
berimbang.
“para Mahasiswa Program
S1 kebidanan ini awalnya dibekali dengan kapasitas “knowledge” atau
pendalaman ilmu maupun teknik dasar meliputi Ilmu dasar Kedokteran yang
berkaitan dengan Kebidanan, baru setelah mantap secara teori, mereka
kemudian akan diarahkan untuk masuk ketahap praktik” ungkap Dr. Baksono.
Selain
dibekali ilmu dasar, para Mahasiswa S1 Kebidanan juga dibekali dengan
keterampilan meneliti sekaligus manajemen. “Jadi orientasi kedepannya,
lulusan S1 Kebidanan FK Unair selain dapat menjadi praktisi kesehatan,
juga bisa menjadi Dosen pengajar dan bahkan peneliti” ungkapnya.