Rabu, 29 Februari 2012

Mantapkan S1 Kebidanan UNAIR .


“Di Indonesia ada sebanyak 800 Sekolah Akademik kebidanan, dan mayoritas membutuhkan staf Pengajar bergelar S1 Kebidanan”. Demikan yang diungkapkan oleh sekretaris Program pendidikan S1 Kebidanan Dr. Baksono Winardi, Sp.OG(K).
Menurut Dr. Baksono, Sisi positif yang menonjol dari Program Pendidikan S1 Kebidanan dibanding dengan Diploma 3 adalah dilihat dari dua aspek, yakni aspek Kognitif dan aspek Jenjang pendidikan kelanjutan. “Jenjang Pendidikan S1 Kebidanan, dapat dilanjutkan sampai pada jenjang S3”.
Dari aspek Kognitif dijelaskan, Pendidikan kebidanan Diploma lebih memaksimalkan pada sisi praktek, meskipun tetap dibekali dengan teori. Namun di jenjang pendidikan Kebidanan S1 yang ditempuh selama lima tahun tersebut, Porsi pencapaian teori maupun praktik disampaikan secara berimbang.
“para Mahasiswa Program S1 kebidanan ini awalnya dibekali dengan kapasitas “knowledge” atau pendalaman ilmu maupun teknik dasar  meliputi Ilmu dasar Kedokteran yang berkaitan dengan Kebidanan, baru setelah mantap secara teori, mereka kemudian akan diarahkan untuk masuk ketahap praktik” ungkap Dr. Baksono.
Selain dibekali ilmu dasar, para Mahasiswa S1 Kebidanan juga dibekali dengan keterampilan meneliti sekaligus manajemen.  “Jadi orientasi kedepannya, lulusan S1 Kebidanan FK Unair selain dapat menjadi praktisi kesehatan, juga bisa menjadi Dosen pengajar dan bahkan peneliti” ungkapnya.
Diakui oleh Dekan FK Unair Prof. Dr. Muhammad Amin, dr.Sp.P(K), Minat masyarakat  akan kehadiran program pendidikan S1 Kebidanan di FK Unair terbilang cukup tinggi, terbukti dari awal dibukannya pendaftaran, tercatat ada sebanyak 1000 orang yang mendaftar, baik itu melalui Jalur A maupun Jalur B meski akhirnya hanya 50 orang yang tersaring.